Produksi Rumah Tangga Meningkat Perlu Promosi dan Pengembangan Pasar Kamis, 22 Juni 06 - oleh : datin-1
Bandung, Kompas -
Pertumbuhan industri kecil di bidang kerajinan tangan yang
dikerjakan ibu-ibu rumah tangga semakin meningkat 10- 20 persen per tahun. Biaya kebutuhan hidup yang semakin besar mengharuskan ibu rumah tangga mencari sumber
penghasilan lain untuk keluarga.
Menurut Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Jabar Ina Primiana, semakin banyak ibu rumah tangga terjun dalam bisnis kerajinan tangan. Kondisi perekonomian memaksa mereka mencari sumber pendapatan lain untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.
"Pertumbuhannya sangat pesat, perbandingan laki-laki dan perempuan satu banding dua. Namun, produksi mereka masih barang-barang untuk memenuhi kebutuhan domestik keluarga, seperti kerajinan tangan hiasan rumah, aksesori, dan fashion," kata Ina, Selasa (20/6) di Bandung.
Sekretaris Asosiasi Ekspor dan Produsen Handycraft Indonesia (ASEPHI) Jabar Elina Farida Eksan Alfonso menjelaskan, pasar utama produk kerajinan tangan itu adalah ibu-ibu rumah tangga di lingkungan sekitarnya.
Saat ini, kata Elina, 70 persen perajin kerajinan tangan adalah perempuan, atau ibu-ibu rumah tangga. Bisnis kerajinan tangan ini dipilih ibu rumah tangga karena pekerjaan ini tidak mengharuskan mereka meninggalkan rumah selama bekerja.
Modal usaha bisnis ini bergantung pada kapasitas produksi, jenis bahan baku, peralatan dan mesin yang digunakan, serta lama produksinya. Menurut Elina, modal bisnis kerajinan tangan ibu-ibu rumah tangga Rp 5 juta-Rp 10 juta.
"Balik modalnya bergantung modal dan jenis produksinya. Yang modal kecil, tidak menggunakan mesin, BEP (break event point)-nya sekitar enam bulan sampai setahun. Yang pakai mesin butuh waktu tiga tahun," katanya.
Sektor riil
Koko Zakaria, Humas Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat, mengakui, dalam setahun perempuan yang berbisnis kerajinan tangan meningkat 10-20 persen. Umumnya perajin di kota memiliki latar belakang pendidikan yang berkaitan dengan usahanya, seperti pendidikan keramik atau menjahit, sehingga peningkatan keterampilan mengarah pada kualitas dan diversifikasi produk.
Sementara menurut Kepala Bidang Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia Bandung Ananda Pulungan, bisnis ibu-ibu rumah tangga mampu meningkatkan sektor riil dan perekonomian masyarakat di wilayah tersebut.
Ananda menjelaskan, permasalahan utama yang dihadapi ibu-ibu rumah tangga bukan modal, melainkan manajerial produksi dan pemasaran.Sistem produksi yang dilakukan masih berorientasi pesanan, tidak berdasarkan pada standar mutu dan kapasitas produksi. Manajemen keuangan tidak ketat antara keuangan perusahaan dan uang pribadi. Perajin yang mampu mengekspor, kata Ananda, adalah yang telah memanfaatkan teknologi dan manajemen pemasaran yang luas serta berkesinambungan.
Sebenarnya, tutur Ina, kerajinan tangan asal Jabar diminati pasar luar negeri. Namun, belum dilakukan promosi dan penyediaan pasar untuk memamerkan produk tersebut. "Di Jabar peluang masih besar, tetapi belum ada pasar yang khusus menjual atau memamerkan produk kerajinan tangan ibu-ibu rumah tangga itu. Ibu-ibu itu tidak bisa terbebani dengan masalah pemasaran karena waktunya habis untuk
berproduksi," kata Ina. (THT)
Mohon info exportir Sepatu Jumat, 31 Juli 09 - oleh : Wati
Bapak/Ibu,
BAgaimana caranya saya bisa mendapatkan daftar eksportir sepatu?
Saya mempunyai teman yang dulu seringkali memberikan order sepatunya ke Jakarta dan sekitarnya ditahun 90an namun akhirnya hengkang ke China, sekarang mereka melihat bisnis sepatu di Indonesia mulai kondusif.
Untuk itu mohon dapatnya bagaimana caranya mendapatkan daftar eksportir sepatu supaya bisa saya berikan kemereka untuk dipelajari?
MrpVghzXcWNQeR Selasa, 21 Juli 09 - oleh : ecnHvIpA
DkLsjD engeuuxk ntczaset gklukaab
KEABSAHAN SUATU BADAN USAHA Kamis, 19 Februari 09 - oleh : SYAFRIZAL
Mohon utk dapat info keabsahan suatu badan usaha a.n PT. Global Media Nusantara yang sering disebut FLEXTER dengan sistem usaha seperti MLM, dilihat dari legalitasnya sedikit mencurigakan, mohon bapak dapat memberikan info yang lengkap kepada saya sebelum saya melangkah untuk bergabung, terima kasih.
Perlu upaya dan keberpihakan Pemerintah menerapkan standar pengepakan produk yang mengacu pada standar Internasional.Hal tersebut penting guna penunjang pasar ekspor yang kian terbuka karena didukung Media Informasi yang semakin mudah.Teknologi pengepakan yang semakin maju perlu disosialisasikan pada para pelaku bisnis/UKM di Jawa Barat khususnya.