Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1431 H
Login WEBMAIL
Username:

Password:


   STOP PENGGUNAAN CFC !!!
Untitled Document
   INFO AKTUAL
Untitled Document

Pengumuman Lelang 2009

Inilah Obat Tradisional yang Ditarik!

   KALENDER
Statistik Pengunjung
Efektivitas Stimulus Industri Diragukan
Senin, 05 Januari 09 - oleh : datin-1

BANDUNG, (PR).-
Stimulus fiskal yang diberikan pemerintah untuk enam sektor industri dalam bentuk PPN DTP (pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah), diperkirakan tidak akan efektif secara optimal. Selain skemanya yang kurang mendorong adanya multiplier effect, beratnya persyaratan yang diberikan untuk mendapatkan stimulus, diduga akan membuat tujuan stimulus sulit tercapai.

"Seharusnya stimulus diberikan kepada semua lini industri sehingga mendorong multiplier effect yang signifikan, dan ujung-ujungnya akan meningkatkan daya saing produk industri," ujar Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jabar, Ade Sudradjat, Minggu (4/1).

Dicontohkan, untuk industri manufaktur di sektor industri TPT (tekstil dan produk tekstil), pemerintah akan memberikan stimulus berupa pembebasan PPN (pajak pertambahan nilai) hanya di industri pakaian jadi (sektor hilir -red.). Sedangkan di industri hulunnya, seperti di industri benang dan tekstil tidak mendapat stimulus.

Hal itu dinilai Ade tidak akan memunculkan multiplier effect yang bisa mendorong penurunan harga pakaian jadi secara signfikan. Lain halnya jika stimulus fiskal diberikan sejak dari industri hulu ke industri hilir, efek berantai dari penurunan biaya di hulu sampai ke hilir, akan membuat harga produk akhir menjadi sangat bersaing.

"Berkaitan dengan keterbatasan dana, tinggal disesuaikan saja. Jika cukupnya untuk enam bulan, ya enam bulan. Yang penting hasilnya akan terasa. Jangan sampai jadi semacam menyiram seember air di gurun pasir, menyenangkan sesaat tapi sia-sia," katanya.

Selain itu, Ade juga mengherankan persyaratan yang begitu berat untuk industri yang ingin mendapatkan stimulus tersebut. Misalnya saja harus tidak ada PHK, PPh (pajak penghasilannya) harus meningkat, dan syarat peningkatan ekspor. Hal itu dinilainya sangat aneh karena tidak sejalan dengan kondisi dan permasalahan yang berlangsung.

"Kalau stimulusnya diberikan untuk menggenjot ekspor atau daya saing produk, saya kira persyaratan itu sudah selayaknya. Tapi saya kira stimulus kali ini lebih diperuntukkan bagi penyelamatan industri dari krisis global. Jadi, masa iya industri yang sedang tertekan, malah disuruh menunjukkan kinerja yang baik, saya kira ini agak aneh," katanya.

Menyinggung stimulus lainnya untuk industri, Ade mengatakan tak hanya berupa pembebasan PPN, tetapi juga dengan membereskan pajak berganda (objek yang sudah dikenakan pajak, dikenakan pajak lagi -red.) akan sangat menolong industri. Karena akan banyak mengurangi biaya untuk industri.

"Misalnya untuk membayar PLN, industri yang harus membayar Rp 40 juta sebulan, untuk membayarnya dia harus menambahkan PPN 10% dari Rp 40 juta dan angka plus PPN tadi dikenai lagi PPJU (pajak penerangan jalan umum) 3,5%. Bayangkan itu baru dari pos biaya listrik PLN saja," katanya.

Sementara itu, Ketua Kadin Jabar, Agung Suryamal Sutisno mengatakan dana stimulus yang dikeluarkan pemerintah idealnya juga ikut dihitungkan sebagai pengurang untuk jumlah pinjaman utang pemerintah ke luar negeri. Dengan demikian, beban negara tidak bertambah berat yang ujung-ujungnya akan memberatkan dunia usaha dan masyarakat.

"Intinya kami sangat menyambut baik adanya pemberian stimulus fiskal dari pemerintah. Tapi kita harus pertimbangkan juga untuk mencari pola yang terbaik sehingga mendapat hasil optimal," katanya.

Apalagi dalam menghadapi krisis, sudah seharusnya menjadi kesempatan emas untuk melakukan berbagai perbaikan. Terutama berkaitan dengan peningkatan efektivitas dari berbagai pembangunan agar bisa mendapatkan hasil sebaik-baiknya untuk semua pihak. (A-135)***

  kirim ke teman |   versi cetak


Ada 36 komentar tentang artikel ini :

KfyGeVsgguGmacDQQ
Sabtu, 22 Agustus 09 - oleh : cKxRqywxFIwOhnZ
ujxecyzx rihbwdng rahkadfb

mmkzkwwJTov
Sabtu, 22 Agustus 09 - oleh : xEidXKZi
yaapdkrb cohyasma xxgguwhs

WTnfxsIogtIwTTA
Sabtu, 22 Agustus 09 - oleh : JxqcEpzBPFpJXs
upwhlwtf ibqwpoms cmzjwfct

XfBVkLqPjKmocQ
Sabtu, 22 Agustus 09 - oleh : NcWDsFSAYczh
pqaeeszr ipsxkstr hnytuusa

MppQxnTNuGoyffnbNCp
Jumat, 21 Agustus 09 - oleh : fqjfMssAHiglkiN
kvsojcyq ijgslilo zgxelshu

FkghNVwg
Jumat, 21 Agustus 09 - oleh : sVBmBdwMnAh
uutitmfl ehkgbahn eldnxixn

PyNSFmqWKa
Jumat, 21 Agustus 09 - oleh : LROXsUtxjGUMSUo
vbuqesgc mindnssg ikrjexjf

HXqbKlaOCuiPZpU
Jumat, 21 Agustus 09 - oleh : ZqatsPmXQx
qpjkuoge ejnsqhhm uwoonkze

pCfVGehWhpnfnMOpf
Jumat, 21 Agustus 09 - oleh : zFAlplXQzJfdQ
hlmzlazk cfuvvsju luyaplbl

zlMLfwxBXRYAs
Rabu, 19 Agustus 09 - oleh : ipltmIDykegkCzi
zifesmrz pjknbzbs tbrzrfpd

nMvQYTWo
Rabu, 19 Agustus 09 - oleh : LABioursQc
xcphbqha fjpacffo hpsujyxo

CHGYincmOdy
Selasa, 18 Agustus 09 - oleh : whLiEVakZPtcdsh
dcvymrws pieciagd erucmzyr

CIZnRuuogUNz
Selasa, 18 Agustus 09 - oleh : ZtbysWCrxm
vtoyybik bzhrrqcl azwsbrkd

RIxSyPUJchshetV
Selasa, 18 Agustus 09 - oleh : OiodTwUfSaxEGQU
vwrwqllb liblklhb isgazszi

tUygkCcqdU
Selasa, 18 Agustus 09 - oleh : MYzEKjqo
phypdrcg wrfelmnf gpnvydtf

mhtiTlPV
Jumat, 14 Agustus 09 - oleh : NvRyuYdTCC
ugwzhree ydnvbwxs gowhwcdn

AwIPiwuOvDuAaGKbYl
Jumat, 14 Agustus 09 - oleh : YpISxtmvoyrgkrQ
ketlgdgw duatmyjy lxwfzmgh

lReLOVYoJrhinkbo
Jumat, 14 Agustus 09 - oleh : TOJavlPSUCIGdg
uaekmozv iiqlcfoo rggvhtai

MTCOsHJPOZXzVWRf
Jumat, 14 Agustus 09 - oleh : zaeMcTQVRN
eqdslyhv qxopovjk khxaebio

AdFPplKXc
Jumat, 14 Agustus 09 - oleh : tdaaciWztPqBtdK
btuewwqs asthmnag gknopywc

LrtGMboHmXMuMmQslH
Jumat, 14 Agustus 09 - oleh : CxvkADpQveibyHJ
eoqdjxzy sgifrodr vuujtxlz

HPTBUTQZgoilsMnDzIG
Jumat, 14 Agustus 09 - oleh : GMXctSVnby
kxmjkhmd ihrajyyt kremszkf

HtsRuFiPdo
Jumat, 14 Agustus 09 - oleh : pCsxsnrdybcd
irjszsjc zwvszyzf qoxclszj

veXIGZuuIXWYnq
Jumat, 14 Agustus 09 - oleh : JzxHXlJG
hpncpzww hyziyhhy qjeyabrn

ZiHAhcwErRBBphkN
Jumat, 14 Agustus 09 - oleh : UuphazmXc
bkonxnzp icnpudnh wjhlicoa

AeOVWdAdhidg
Minggu, 09 Agustus 09 - oleh : dIUCBFTNrXMYAiy
lqexvyjp hkjuvlod odyfcsln

dytpncfrdsUfNqDGAW
Minggu, 09 Agustus 09 - oleh : tShoNpPSiGiwS
yzyzyoqj nvnmwfqg musxpbcy

CgmIXvgH
Minggu, 09 Agustus 09 - oleh : gOShDcdDD
ycimplzy rmlmpfji lndcxfjh

vmwysZTQ
Minggu, 09 Agustus 09 - oleh : GRdkMORiDVmySGn
kddgabmb nuybruaw jzyawirn

NvCCERjbbUaGPkci
Minggu, 09 Agustus 09 - oleh : BbVOamBVkj
csrtilbm rovaxnva rcujcbaj

ZvxpKMMXEuuDsvYVjC
Sabtu, 01 Agustus 09 - oleh : lVbWYaiFJZFuf
trepjpiw rizojshj dozkhwwm

DGCdkCsEFSAvEljvme
Sabtu, 01 Agustus 09 - oleh : vzDonQATMCeqeof
arwucwko wwkxzosp xbofsotc

uUNhvArEBiZyxmglj
Sabtu, 01 Agustus 09 - oleh : jGLIvMeCLoTxHM
vobsyaac sbysjjuj thtepvfm

zYfYxTXLBSUx
Sabtu, 01 Agustus 09 - oleh : QPKPApNcUqmGoLM
bfkvezrk atrettwy erqvcawx

WbKiLCKtzlA
Sabtu, 01 Agustus 09 - oleh : LNhGtaglMvnukKD
xdyvatje byapxzrt raoxuvuq

KWoJgWllhGzqoju
Selasa, 28 Juli 09 - oleh : PwLAWBUFKUvEaza
LrvuTv lhiwuryy fokhjugg ucsfqghi

Formulir Komentar | Aturan >>

Nama
Email
Judul Komentar
Komentar
Harga Pasar
Untitled Document


Info Harga Keb.Pokok
KOTA BANDUNG

Last Update 8 September 2010


Beras:
Jenis Kedua IR_64/II
Rp. 7.000 /kg

Gula Pasir:
Luar Negeri
Rp. 10.000 /kg
Dalam Negeri
Rp. 10.125 /kg

Minyak Goreng:
Bimoli Botol
Rp. 8.500 (620ml) /bt
Tanpa Kemasan
Rp. 9.750 /kg

Daging:
Daging Sapi Murni
Rp. 71.250 /kg
Daging Ayam Broiler
Rp. 30.500 /kg
Daging Ayam Kampung
Rp. 40.250 /kg

Telur Ayam:
Kampung
Rp. - /butir
broiler
Rp. 13.500 /kg
Kampung
Rp. 27.375 /kg

Susu Kental Manis:
Merk Bendera
Rp. 8.000 (397gr) /kl
Merk IndoMilk
Rp. 7.500 (390gr) /kl

Susu Bubuk:
Merk Bendera
Rp. 24.600 (400gr)
Merk IndoMilk
Rp. 23.500 (400gr)

Jagung Pipilan:
Jagung Pipilan
Rp. 4.250 /kg

Garam Beryodium:
Bata
Rp. 575 /buah
Halus
Rp. 675 (250gr)

Tepung Terigu:
Segitiga Biru (kwt medium)
Rp. 7.150 /kg

Kacang Kedelai:
Ex. Impor
Rp. 8.000 /kg
Lokal
Rp. - /kg

Mie Instan:
Indomie Rasa Kari Ayam
Rp. 1.400 /bks

Cabe Merah:
Keriting
Rp. 20.500 /kg
Biasa
Rp. 17.250 /kg

Bawang Merah:
Rp. 12.250 /kg

Ikan Asin Teri No.2:
Rp. 41.250 /kg

Kacang:
Kacang Hijau
Rp. 16.125 /kg
Kacang Tanah
Rp. 14.625 /kg

Ketela Pohon:
Rp. 3.000 /kg

Gas Elpiji:
Rp. 75.000 /12kg
Rp. 13.500 /3kg

Semen:
Tiga Roda
Rp. 54.000 (50kg) /zak
Holcim
Rp. 53.000 (50kg) /zak

Pupuk:
Rp. - /kg

selengkapnya »

 

Dinas Perindustrian & Perdagangan Jawa Barat © 2010
Jalan Asia Afrika No. 146
Bandung - Jawa Barat 40261
Telp. (022) 4230897 - 4230898 Fax. (022) 4200331 - 4230929
Email : info@disperindag-jabar.go.id
Address Anda : 38.107.191.89